SD Negeri Simpang Alue Gani Gelar Jam Nol dan Tausiah, Tanamkan Cinta Rasulullah Sejak Dini
Nagan Raya, || Kabarrincong.com — Dalam upaya membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, SD Negeri Simpang Alue Gani, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, menggelar kegiatan jam nol yang dilanjutkan dengan tausiah agama Islam tentang sejarah Nabi Muhammad SAW, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah setempat tersebut disampaikan oleh Patimah Sari, guru SD Negeri Simpang Alue Gani. Melalui tausiah ini, para siswa diajak mengenal lebih dekat sejarah kehidupan Rasulullah SAW serta meneladani sifat-sifat mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SD Negeri Simpang Alue Gani, Zainal Abidin, S.Pd., mengatakan kepada media bahwa kegiatan jam nol dilaksanakan terlebih dahulu sebelum dilanjutkan dengan tausiah agama Islam.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa tentang sejarah Nabi Muhammad SAW, terlebih dalam momentum peringatan Maulid Nabi, agar kecintaan kepada Rasulullah dapat ditanamkan sejak usia dini.
Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat menjadi bagian penting dalam proses pendidikan, sehingga para siswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga memiliki landasan agama dan akhlak yang baik.
“Pendidikan bukan hanya tentang mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk hati dan akhlak. Anak-anak perlu dibekali ilmu pengetahuan sekaligus nilai-nilai agama agar kelak tumbuh menjadi generasi yang santun, jujur, menghormati guru dan orang tua, serta bermanfaat bagi masyarakat,” demikian harapan yang disampaikan dalam semangat kegiatan tersebut.
Kegiatan jam nol dan tausiah ini menjadi pengingat bahwa mengenalkan sejarah Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak bukan sekadar menyampaikan kisah masa lalu, melainkan juga mengajarkan arti kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.
Di tengah perkembangan zaman, pendidikan agama memiliki peran penting dalam membimbing generasi muda agar tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam iman dan memiliki kepribadian yang baik.
Semoga melalui kegiatan ini, benih-benih keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin tumbuh di hati para siswa. Sebab, keberhasilan pendidikan sejati bukan hanya terlihat dari tingginya ilmu yang dimiliki, tetapi juga dari mulianya akhlak dan kebaikan yang mampu diberikan kepada sesama.
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah setempat tersebut disampaikan oleh Patimah Sari, guru SD Negeri Simpang Alue Gani. Melalui tausiah ini, para siswa diajak mengenal lebih dekat sejarah kehidupan Rasulullah SAW serta meneladani sifat-sifat mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SD Negeri Simpang Alue Gani, Zainal Abidin, S.Pd., mengatakan kepada media bahwa kegiatan jam nol dilaksanakan terlebih dahulu sebelum dilanjutkan dengan tausiah agama Islam.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa tentang sejarah Nabi Muhammad SAW, terlebih dalam momentum peringatan Maulid Nabi, agar kecintaan kepada Rasulullah dapat ditanamkan sejak usia dini.
Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat menjadi bagian penting dalam proses pendidikan, sehingga para siswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga memiliki landasan agama dan akhlak yang baik.
“Pendidikan bukan hanya tentang mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk hati dan akhlak. Anak-anak perlu dibekali ilmu pengetahuan sekaligus nilai-nilai agama agar kelak tumbuh menjadi generasi yang santun, jujur, menghormati guru dan orang tua, serta bermanfaat bagi masyarakat,” demikian harapan yang disampaikan dalam semangat kegiatan tersebut.
Kegiatan jam nol dan tausiah ini menjadi pengingat bahwa mengenalkan sejarah Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak bukan sekadar menyampaikan kisah masa lalu, melainkan juga mengajarkan arti kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.
Di tengah perkembangan zaman, pendidikan agama memiliki peran penting dalam membimbing generasi muda agar tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam iman dan memiliki kepribadian yang baik.
Semoga melalui kegiatan ini, benih-benih keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin tumbuh di hati para siswa. Sebab, keberhasilan pendidikan sejati bukan hanya terlihat dari tingginya ilmu yang dimiliki, tetapi juga dari mulianya akhlak dan kebaikan yang mampu diberikan kepada sesama.